Thursday, April 23, 2020

Studi Kasus Pencemaran Minyak


Kasus :
Ledakan pada anjungan pengeboran minyak lepas pantai di Deepwater Horizon di Teluk Meksiko menewaskan 11 orang dan memuntahkan hampir lima juta barel minyak ke Teluk dan mengakibatkan pencemaran di daerah sekitar teluk.

Solusi :
Untuk mengatasi pencemaran yang diakibatkan oleh tumpahan minyak tersebut, perlu diketahui kondisi perairan dan lahan di daerah sekitar teluk, misalnya :
  1. Keberadaan oksigen, karena kondisi teluk berada pada lingkungan yang terbuka, berarti di sekitar perairan tersebut terdapat oksigen.
  2. pH sekitar perairan, air di teluk tersebut memiliki pH sedikit basa
  3. Suhu lingkungan, pada siang hari suhu di perairan tersebut berkisar antara 30-35oC.
  4. Polutan lain (seperti logam berat)


Berdasarkan keterangan di atas, bakteri yang dapat digunakan adalah bakteri yang dapat mengurai hidrokarbon (hidrokarbonuklastik) yang bersifat aerob, dapat hidup di lingkungan basa, termasuk bakteri mesofilik karena dapat hidup di suhu 30-35oC, serta dapat mendegradasi logam berat. Bakteri yang digunakan untuk mendegradasi tumpahan minyak juga harus bisa menghasilkan senyawa sejenis biosurfaktan karena tumpahan minyak terjadi di wilayah perairan sementara minyak dan air tidak bisa menyatu kecuali bila ada senyawa tambahan seperti surfaktan. Bahan surfaktan bisa ditambahkan pada proses bioremediasi, akan tetapi tidak jarang surfaktan yang digunakan malah semakin merusak lingkungan. Jadi alangkah lebih baik jika bakteri yang digunakan adalah bakteri yang juga bisa menghasilkan biosurfaktan. Dari hasil penelitian, bakteri yang cocok dan dapat hidup di lingkungan tersebut adalah bakteri Pseudomonas aeruginosa, Acinetobacter calcoaceticus, Arthrobacter sp., dan Streptomyces viridans.

Ada dua metode bioremediasi, yang pertama adalah biostimulasi dan yang kedua adalah bioaugmentasi. Jika di wilayah tersebut sudah terdapat bakteri sejenis Pseudomonas sp., langkah selanjutnya adalah menambahkan nutrien organik yang dapat menstimulasi pertumbuhan bakteri di wilayah tersebut. Biasanya nutrien organik yang digunakan berupa kompos yang dapat menjadi sumber karbon dan nitrogen bagi mikroba. Pupuk kompos lebih disarankan karena lebih bersifat alami jika dibandingkan pupuk NPK atau pestisida.  Jika di wilayah tersebut tidak tersedia bakteri yang dapat mengurai hidrokarbon, langkah yang harus dilakukan adalah menumbuhkan bakteri sejenis dari laboratorium kemudian selanjutnya bakteri tersebut ditambahkan pada daerah yang terkena tumpahan minyak. Alternatif lain jika bakteri tidak ada yaitu menggunakan jamur/ fungi. Fungi pendegradasi hidrokarbon umumnya berasal dari genus Phanerochaete, Cunninghamella, Penicillium, Candida, Sporobolomyces,dan Cladosporium. Jamur dari genus ini mendegradasi hidrokarbon polisiklik aromatik.

No comments:

Post a Comment