Saturday, January 1, 2022

Random Question, Sharing Blogger Boleh Tidak?

Sebelum banyak bercerita, mungkin biar lebih afdhol aku mau nyapa siapa pun yang membaca tulisan ini. Haloooo semua, siapa pun kalian, semoga kalian selalu bahagia, selalu diberi kesehatan, dan dikelilingi oleh orang-orang baik aamiin. Harapan aku buat postingan ini adalah semua pertanyaan terkait blog terjawab oleh kalian. Plisplisplis do’aku semoga tulisan ini banyak yang baca ehehehe.

Kalau kalian lihat di blog ini, mungkin kalian berpikir aku pasti udah paham banget tentang seluk-beluk blog. Sebenernya memang blog ini dibuat pada tahun 2009, di pelajaran TIK waktu aku masih SMP. Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata aku keterusan bikin postingan di blog. Dari yang awalnya curhatan gak jelas, lama-lama pengen bikin tulisan yang bermanfaat buat orang lain.

Meskipun sampai saat ini masih buat tulisan di blog, bisa dibilang aku ini blogger pemalas. Tahun 2021 adalah tahun termalasku menulis di blog. Yaaa kalo mau buat alasan sih bisa aja tinggal bilang sibuk kerja, tapi yang lain kan juga ada kesibukan dan masih bisa rutin nulis di blog. Gara-gara ini aku jadi belum terlalu paham otak-atik blog aku sendiri.

Keterbatasan Teori Asam-Basa Lewis

Jika kalian telah beberapa kali membaca materi tentang teori asam dan basa, kalian pasti akan tahu bahwa teori asam-basa tidak hanya berasal dari Arrhenius maupun Bronsted-Lowry. Ada satu teori asam-basa lain yang cakupannya melebihi teori Arrhenius dan Bronsted-Lowry. Teori tersebut dikemukakan oleh G. N. Lewis dan lebih dikenal dengan teori asam-basa Lewis. Menurut teori yang dikemukakannya, Lewis menggolongkan senyawa asam dan basa berdasarkan peran pasangan elektron bebas dalam suatu senyawa.

Menurut Lewis,

Asam adalah akseptor atau spesi penerima pasangan elektron.

Basa adalah donor atau spesi pemberi pasangan elektron.

Semua asam-basa Arrhenius maupun Bronsted-lowry memenuhi pengertian asam-basa Lewis. Teori asam-basa Lewis juga dapat menjelaskan reaksi-reaksi asam dan basa dalam fase gas, padat, dan cair, namun dalam pelarut selain air tanpa melibatkan transfer proton (ion H+). Itulah sebabnya teori asam-basa lewis dikatakan memiliki cakupan yang lebih luas daripada teori Arrhenius dan Bronsted-Lowry.

Sunday, February 7, 2021

Keterbatasan Teori Asam-Basa Bronsted Lowry

Setelah membahas teori asam-basa dari Arrhenius, saat ini kalian pasti paham bahwa teori asam-basa Arrhenius terbatas untuk kondisi tertentu saja, antara lain saat pelarutnya adalah air, atau saat asam atau basa yang dimaksud memiliki rumus molekul HA atau BOH. Selanjutnya, keterbatasan yang ada pada teori Arrhenius, dilengkapi oleh Johanes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry yang kebetulan melakukan penelitian mereka masing-masing namun dalam waktu yang bersamaan. Kedua ilmuwan tersebut mengajukan konsep asam-basa berdasarkan transfer protonnya (H+).


Menurut Bronsted-Lowry,

Asam adalah spesi atau zat yang dapat memberikan proton (Donor Proton)

Sementara itu,

Basa adalah spesi atau zat yang dapat menerima proton (Akseptor Proton)

Monday, January 25, 2021

Kelemahan Teori Asam-basa Arrhenius

Asam dan basa merupakan dua jenis senyawa atau zat kimia yang sering kita temui sehari-hari. Pada awalnya, asam dan basa digolongkan berdasarkan sifat senyawanya. Berikut ini adalah ciri-ciri umum senyawa asam :

  • Berasa masam
  • Bersifat korosif (merusak bahan lain seperti logam)
  • Dapat memerahkan lakmus biru  
  • Larutan dalam air dapat menghantarkan arus listrik
  • Contoh senyawa asam dalam kehidupan sehari-hari adalah asam cuka (asam asetat), air aki (asam sulfat), jeruk (asam sitrat), vitamin C (asam askorbat), dan lain-lain.

Sementara itu, berikut ini adalah ciri-ciri umum senyawa basa :

  • Berasa pahit
  • Bersifat licin
  • Bersifat kaustik (merusak kulit dan menyebabkan iritasi)
  • Dapat membirukan lakmus merah
  • Larutan dalam air dapat menghantarkan arus listrik
  • Contoh senyawa basa dalam kehidupan sehari-hari adalah magnesium hidroksida (obat antacid), kalsium hidroksida (air kapur), natrium hidroksida (sabun), ammonia (pupuk), dan lain-lain.