Monday, May 14, 2012

Buah Delima

Morfologi Delima
Buah delima (punica grantum) merupakan tanaman semak atau perdu yang dapat tumbuh dengan tinggi mencapai 5-8 m. Tanaman ini berasal dari Persia dan daerah Himalaya yang terletak di selatan India. Konon, tanaman delima dibawa oleh Pharaoh Tuthmosis ke Mesir pada 1500 SM dari Asia. Sejak itulah, tanaman ini menyebar ke Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika. Sedangkan penyebaran tanaman ini ke Indonesia diperkirakan dibawa oleh para pedagang dari Persia pada tahun 1416. Selain itu, tanaman tersebut sudah sejak lama ditanam di daerah mediterania. Terbukti, bangsa Moor memberi nama salah satu kota kuno di Spanyol, Granada, didasarkan pada nama buah delima. 

Batang tanaman delima berbentuk kayu dengan ranting yang bersegi, dan percabangan banyak tetapi lemah. Pada ketiak daunnya, terdapat duri. Ketika masih muda, warnanya cokelat, dan berubah menjadi hijau kotor setelah tua. Daunnya tunggal dengan tangkai yang pendek, dan letaknya berkelompok. Daun delima memiliki bentuk yang lonjong dengan pangkal yang lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, dan permukaan mengkilap. Panjang daun bisa mencapai 1-9 cm dengan lebar 0,5-2,5 cm. 

Delima bisa berbunga sepanjang tahun. Bunganya tunggal dengan tangkai pendek, serta keluar di ujung ranting atau di ketiak daun yang paling atas. Biasanya, terdapat satu sampai lima bunga, dengan warna merah, putih, atau ungu. Warna bunga ini juga menentukan warna buahnya. Bunga yang berwarna merah akan menghasilkan buah yang berwarna merah, bunga yang berwarna putih akan menghasilkan buah yang berwarna putih, sedangkan bunga yang berwarna ungu juga akan menghasilkan buah yang berwarna ungu. 

Di Indonesia, buah delima dikelompokkan sesuai dengan warnanya, yaitu delima merah, putih, dan ungu. Di antara ketiganya, buah delima merah adalah yang paling terkenal. Buahnya berbentuk bulat dengan diameter 5-12 cm. Terkadang, pada buah tersebut terdapat bercak-bercak yang agak menonjol dan berwarna lebih tua. Selain itu, buah ini juga mudah dikenali dengan adanya calyx atau mahkota yang menjadi ciri khasnya. 

Di dalam buah sudah matang, terdapat butiran-butiran biji berwarna putih yang terbungkus oleh daging buah. Daging buah delima memiliki warna sesuai dengan jenis warna buahnya. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang bersegi dan agak pipih, keras, serta tersusun secara tidak beraturan. Daging buah delima mengandung banyak air, serta memiliki rasa manis keasaman dan manis yang menyegarkan. Selain bisa dimakan secara langsung, buah delima juga sangat enak untuk dijadikan jus.

Manfaat Delima
Buah delima (Punica granatum), merupakan salah satu tanaman obat potensial. Tanaman ini banyak dibudidayakan di lahan yang tanahnya gembur dan tidak terendam oleh air, serta air tanahnya tidak dalam. Bagian yang bermanfaat adalah buahnya yang mengandung asam sitrat, asam malat, glukosa, fruktosa, maltosa, vitamin A, C, dan E, kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, natrium, kalium, dan tannin. Buah delima juga mengandung asam lemak yang dapat menghambat penyebaran sel kanker khususnya sel kanker prostat. Sebab, senyawa tersebut bisa mencegah penyebaran sel kanker ke jaringan tulang yang ada di sekitarnya. Selain itu, buah delima juga memiliki kandungan senyawa kimia yang bisa mengurangi risiko terbentuknya hormon yang menjadi penyebab dari kanker payudara. Buah delima memiliki kandungan fitokimia dan polifenol antioksidan yang sangat tinggi. Senyawa inilah yang memiliki fungsi untuk menghambat enzim yang berkaitan dengan perkembangan estrogen. Sedangkan hormon estrogen diketahui memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kanker payudara. Jadi, jika seseorang sudah tidak lagi memproduksi hormon estrogen maka risiko terkena kanker payudara akan menurun.

Efek Farmakologis 
· Kulit akar berkhasiat peluruh cacing usus, 
· Kulit buah menghambat pertumbuhan basil typhoid, 
· Kulit buah dapat mengendalikan peyebaran infeksi virus polio, virus herpes simpleks, dan virus HIV, 

Contoh pemakaian 
Cacingan 
  • Cuci akar delima yang telah dikeringkan (7g), lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan satu gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum airnya sekaligus 
  • Rebus kuhit dehima kering dan serbuk biji pinang (masing-masing 15 g) dengan tiga gelas air bersih. Didihkan perlahan-lahan selama satu jam. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus sebelum makan pagi. 
  • Campur jus buah dehima dengan jus wortel, masing-masing setengah gelas. Aduk sampai merata, lalu minum sekahigus. 
  • Masukkan bubuk biji delima kering (satu sendok makan) dalam segelas jus nanas yang belum terlalu masak. Aduk merata, minum sewaktu perut kosong. 
Radang Gusi 
  • Cuci bunga delima (tujuh kuntum) dengan air bersih, lalu rebus dengan segelas air bersih sampai mendidih. Setelah dingin, saring dan gunakan untuk kumur-kumur. 
Pendarahan 
  • Rebus bunga delima (20 g) dengan tiga gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Minum air rebusan dua kali sehari, masing-masing tiga perempat gelas. 
Luka 
  • Campurkan serbuk kulit buah atau bunga delima secukupnya dengan minyak wijen. Aduk merata, lalu oleskan pada bagian yang luka. 
Sariawan
  • Ambil dua buah delima segar yang sudah masak. Ambil isi berikut bijinya, lalu tumbuk sampal halus. Tambahkan satu gelas air sambil diaduk merata, lalu saring. Gunakan airnya untuk berkumur, lalu telan. Lakukan 2-3 kali sehari, sampai sembuh. 
Sering kencing 
  • Ambil isi buah delima (yang segar dan masak, satu buah) dan segenggam kucai, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan tiga gelas air bersih sampai tersisa separuhnya, angkat dan dinginkan. Minum air rebusan dua kali sehari, masing-masing tiga perempat gelas. 
Keputihan
  • Rebus kulit delima kering (30 g) dan herba sambiloto kering (15 g) dengan satu liter air bersih. Biarkan sampai air rebusannya tersisa separuhnya. 
  • Setelah dingin, saring dan bagi untuk tiga kali minum, pagi, siang, dan malam hari. Air rebusan ini juga bisa digunakan untuk cuci vagina. Khusus wanita yang sudah menikah, gunakan dengan alat semprot yang masuk ke liang vagina. 
Batuk sudah berlangsung lama 
  • Ambil sebuah delima yang belum terlalu masak. Setiap malam sebelum tidur, kunyah biji delima tersebut. Buang bijinya. 
Suara serak, tenggorokan kering 
  • Ambil sebuah delima segar, belah, dan ambil isinya. Kunyah, lalu buang bijinya. Lakukan 2--3 kali sehari. 
Menurunkan berat badan 
  • Ambil si buah delima yang masih muda (dua buah), lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan setengah cangkir air masak dan sedikit garam, remas sampai merata, lalu peras dan saring dengan kain. Minum air perasannya sekaligus. Lakukan setiap han sampal tampak hasilnya. 
Disentri 
  • Rebus kuit buah delima, krokot (Portulaca oleracea), daun sendok (Plantago mayor), dan sambiloto (Andrographis paniculata) (masing-masing 15 g) dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan bagi untuk dua kali minum, pagi dan sore. 
Diare kronis 
  • Potong tipis-tipis kulit buah delima (15 g) dan buah pala (Myristica fragrans) (10 g), lalu rebus dengan dua gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing Setengah gelas.

No comments:

Post a Comment